Kamis, 27 Desember 2012

Puisi Terakhir Rendra

Puisi Terakhir Rendra

disalin oleh Abdullah Muadz pada 22 September 2010 pukul 17:59 ·
Seringkali aku berkata, Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: Mengapa Dia menitipkan padaku ? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika: Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti, Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah. "Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS) 

Inilah Dosaku by Abdullah Muadz

Inilah Dosaku by Abdullah Muadz

oleh Abdullah Muadz pada 1 Januari 2011 pukul 1:53 ·
Ini adalah cacatanku di penghujung tahun 2011..
Mulai dari ba'da maghrib sampai pukul 00.30
Dengan Radius hanya kira-kira maksimal satu Kelurahan..
Dengan Penduduk yang lebih banyak menengah kebawah..
Hanya soal petasan dan kembang api.

Dalam sholat maghrib Aku sudah mulai gelisah,
Gelisah karena kasihan menyaksikan nasib umat seperti ini..
mendengar suara petasan dan kembang api..
dalam jarak beberapa detik yang terus menerus tanpa henti...
makin malam makin kerap dan rapat jaraknya.. serta makin banyak..

kira-kira pukul 23.45 suara itu makin nyaring, makin dekat,
dan sudah tidak ada jedah..sekali lagi tanpa jedah..
terus menerus susul menyusul sampai kira-kira pukul 00.30

setelah itu mulai berkurang, ada sedikit jedah sampai pukul 00.45
baru setelah pukul 01.00 mulai jarang terdengar lagi meski masih ada...
Praktis yang tanpa jeda kira-kira berlangsung 45 Menit, baru di satu kelurahan
fikiranku menerawang, ada berapakah desa dan kelurahan di Indonesia..

ya Allaah, berapa sudah uang yang sudah berhamburan, tanpa makna...
Aku menangis.. air mata tak bisa dibendung lagi,,
tubuh terasa gemetar...badan terasa lemas....
fikiran terus menerawang.. perasaan terasa galau..

Ya Allah.. Ampuni Aku yang belum mampu berbuat apa-apa..
untuk tetangga dan orang-orang sekitarku...

Ya Allah Tunjukan kesalahanku dalam tatacara berdakwah,
sampai Aku belum mampu  melihat  dampak walau sedikit..

Ya Allah berikan kekuatanku untuk bisa sekali lagi menatap Wajah Mu
Aku malu, karena dosa dan kesalahan Akulah dalam berdakwah..
sehingga mereka masih seperti itu....

Ya Allah berikan kekuatan padaku, untuk bisa berkorban apa saja
dari segala yang Aku miliki, untuk menyangi mereka, membimbing mereka
mengasihi mereka, memberi mereka, mengingatkan mereka...

Ya Allah.. apapun yang mereka telah lakukan itu karena dosaku..
dosa karena kelalaianku dalam berdakwah..
dosa karena kemalasanku  dalam berjuang..
dosa karena kemanjaanku dalam berjihad.dijalanMu...
Ampuni segala kelalaian, kamalasan serta kemanjaanku yaa Allaah...

Ya Allah engkau telah mengutuk bani israil karena mereka diam..
tidak berbuat apa-apa ketikta terjadi kemungkaran di hadpannya..
Janganlah kutukan itu Engkau berikan kepadaku yang masih lalai ini..
karena Aku terbuai olah letih dan cucuran keringat setiap selesai berdakwah..

Aku menganggap diri ini telah berbuat banyak...untuk mereka.
ternyata Aku sadari,, bahwa itu semua hanyalah anggapan belaka..
Aku belum merasakan dinginnya lumpur sawah bersama petani dipagi hari..
Aku belum merasakan dahsatnya ombak, badai dan gelombang bersama nelayan ditengah lautan..
Aku belum merasakan terjepitnya di kereta jabodetabek bersama para penumpang..

Aku belum merasakan teriknya panas disiang hari..,
berkeliling bersama pedagang asongan, pengamen, pengemis dan anak jalanan.
Aku belum merasakan pengabnya tidur di tenda-tenda pengungsian,
atau gubug gubug dikolong jembatan..

Aku belum banyak merasakan apa yang telah mereka rasakan yaa Allah..
Berikan Aku kesempatan  untuk dapat duduk dekat bergaul  bersama mereka...
Jadikan keindahan, kemesraaan serta kehangatan ketika Aku duduk bersamanya...
Tanamkan rasa cinta, kasih sayang dan peduli terhdapa mereka...
Buang segala sifat egois, individualis serta arogan dalam diriku..yaa Allah.

Di penghujung malam ini Aku bersimpuh dihadapanMu ya Allaah..
Ampuni dosa dan kesalahan mereka..
jangan engkau siksa ketika mereka sedang lupa ya Allah..
Berikan pringatan yang lembut dan menghujam di hati mereka..

Curahkan taufiq dan HidayahMu yang tak terhingga yaa Allaah..
Berikan kami kemudahan untuk menapaki jalan jalanMu ya Allaah..
Ringankan langkah kami dalam melaksanakn printahMu
serta Menjauhkan larangan-larangnmu ya..Allah..
Lembutkan hati kami agar bisa bergetar mendengan lantunan ayat suciMu..
Mudahkan kami dalam menyerap firman-firmanMu...

Buang segala kotoran, noda hitam, karat serta penyakit yang masih bersemayam di hati ini..
Singkirkan debu-debu yang bisa menghalangi hati kami dari hidayahMu Ya Allaah..
jadi kan malam ini sebagai momentum prubahan dalam diri kami..
Berikan kemampuan pada kami untuk bisa menatap masa depan dengan lebih baik dan penuh optimis
berikan kekutan niat dan tekad, ketegaran jjiwa, kekokohan mental, untuk perbaikan diri kami..
Amiien. amiien.. ya Robbal 'Alamiiien...
.


Anak Tak Punya Rumah

Renungan Akhir Tahun by Abdullah Muadz

Renungan Akhir Tahun by Abdullah Muadz

oleh Abdullah Muadz pada 31 Desember 2010 pukul 18:05 ·
Renungan Akhir Tahun
(Abdullah Muadz)

Setiap tahun berganti berarti umur berkurang. Bagi akal dan jiwa yang sehat jika umur dikurangi tentu akan bersedih, merenung, introspeksi, evaluasi, prihatin serta lebih berhati-hati dalam melangkah. Sangat aneh jika seseorang yang tahu umurnya berkurang malah kegirangan, jingkrak-jingkrak, jogged-joged, meniup trompet sambil bakar kembang api.  Kalau perlu kita periksa kesehatan akal dan jiwa, sehingga selalu terjaga dari segala perbuatan dan tindakan yang irrasional.
Allah berfirman :
“ Janganlah kamu ikut-ikutan  terhadap segala sesuatu yang belum kamu miliki pengetahuannya, karena sesungguhnya pendengaran, penghlihatan dan hati  akan diminta pertanggung jawabannya..
                                                                                                       ( Q.S. Al-Isra’ (17) ayat : 36 )

Ada beberapa hal yang menjadi bahan renungan setiap mengakhiri tahun, agar kita mampu mempertanggung jawabkan akal fikiran serta jiwa kita dihadapan Allah SWT.

Pertama,
 Allah SWT senantiasa menyuruh kita berbuat dan bertindak Rasional, mengembangkan kreatifitas positif. Segudang kalimat perintah untuk mengaktifkan akal fikiran kita dalam Al-Qur’an bisa kita jumpai, misalnya “ apkah mereka tidak berfikir”,  “ apakah kamu tidak memakai otak” , “ apakah kamu tidak memperhatikan”, “ apakah kamu tidak mentadabburkan” , “ apakah kamu tidak berjalan dimuka bumi kemudian perhatikan “ dan sebagainya.

Prilaku Irrasional yang bertentangan dengan akal dan jiwa yang sehat  tetapi dikemas sedemikian rupa dengan gebyar iklannya serta dilakukan banyak orang, bisa mematikan akal sehat. Sekedar contoh mengekspresikan kegembiraan lulus sekolah dengan corat-coret baju, jelas-jelas irrasional dan jaka sembung naik ojek. Faktanya dilakukan oleh hampir seluruh siswa, bahkan ada oknum guru yang ikut menandatangi di baju muridnya dengan spidol. Begitu juga kalo ada orang dewasa meniup lilin pada kue ulang tahun, kemudian diberikan tepuk tangan..? dimana hebatnya, ? biasanya tepuk tangan mengiringi prestasi, terus hebatnya dimana orang dewasa niup lilin..? kalo dijadikan symbol batas bertambahnya usia, lalu apa hubungannya batas usia dengan lilin..? nahloh makin banyak kebingungan jika kita mau bertanya kepada akal dan jiwa yang sehat.

Sebentar lagi kita akan menyaksikan dipenghujung akhir tahun tengah malam orang-orang yang secara masal melakukan perbuatan dan tindakan irrasional, mulai dari jingkrak-jingkrak, menyanyi, berjoged, bakar kembang api, trek-trekan, konvoi malam, sampai kepada pergaulan bebas. Saat itu akal dan jiwa yang sehat semakin terkekang karena gebyar malam tahun baru didukung oleh media informasi yang sedemikian meriahnya. Jika akal dan fikiran sehat sudah terkekang maka yang terjadi adalah nafsu semakin liar, buas, ganas, semakin tak terkendali. Larisnya berbagai macam merek Kondom satu indikator bahwa perayaan malam tahun baru adalah malam mengumbar nafsu.

Kedua,
Allah SWT telah menjadikan kita makhluq yang paling sempurna (Q.S Attiin (95) ayat : 1 ), Makhluq paling mulai serta dilebihkan dari semua makhluk yang lain (Q.S Al-Isra’ (17) ayat 70 ), serta memberi kedudukan manusia sebagai Khalifatullah fil Ardh ( Q.S Al-Baqarah(2)   ayat : 30).Diantara keistimewaan yang diberikan kepada manusia lagi lagi Akal dan fikiran. Dengan akal dan fikiran ini  manusia menjadi makhluq yang berbudaya, makhluq yang berkembang, makhluq yang mempunyai Visi , misi serta orientasi hidup yang sangat jauh berbeda dengan binatang.

Aktifitas hari-hari binatang adalah makan, tidur, kawin, buang air terus beranak, anaknya bisa makan lagi, tidur, kawin, buang air dan seterusnya. Apabila akal fikiran manusia tidak dikembangkan untuk menjaga visi, misi serta orientasi yang jelas berbeda, maka fungsinya hanya akan berkembang untuk mempercanggih sarana aktifitas kehewanan, budayanya berkembang hanya untuk melangkapi serta memfasilitasi nafsu hewannya, makan dengan piring, tidur dengan kasur, buang air dengan toilet dan seterusnya, tujuannya tetap sama makan, tidur, kawin, buang air, beranak, anaknya bisa makan, tidur, kawin, buang air dan seterusnya .
Allah SWT berfirman :
“Orang-orang kafir kerjanya Cuma bisa bersenang-senang, dan mereka hanya memikirkan makan dan minum persis sama dengan makan dan minumnya hewan…                                            (Q.S. Muhammad(47) ayat : 12 )

Menjaga harga diri kita sebagai manusia, berarti menjaga akal dan fikiran kita agar tidak terkekang oleh hawa nafsu, agar terpelihara dari segala tindakan dan aktifitas yang tidak masuk akal, agar kita melangkah dengan penuh kepastian, agar kita mampu menatap masa depan dengan tajam sampai ke negeri akhirat, agar kita tidak melakukan aktifitas dan tindakan murahan, amoral serta harus berbeda dengan binatang dan makhluq lainnya
.
Ketiga
Allah SWT, menyuruh kita agar memelihara dari segala perkataan dan perbuatan jangan sampai ada yang sia-sia (Q.S Al-Mu’minuun(23) ayat : 3 ). Ukuran perbuatan seseorang itu sia-sia atau tidak, sangat jelas, apabila seluruh aktifitas kita dalam rangka zikir(dalam arti luas), maka itulah aktifitas yang bermanfa’at (Q.S Ali Imran (3) ayat : 190-191)

Bagaimana jika suatu acara terdapat pemandangan mengumbar aurat, goyang bokong, syair serta lirik lagu-lagu murahan, sperti goyang dombret, wakuncar, sms dan sebagainya, lawakan tidak berbobot.?. jadi sering kali bukan saja acaranya sia-sia, tetapi sudah banyak unsur kamaksiatannya. Padahal ciri masyarakat modern adalah sangat menghargai waktu, mereka akan sangat sensitive terhadap segala aktifitas yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Income. Percayalah tidak akan bisa membawa kebahagiaan yang hakiki jika hanya memenuhi keinginan nafsu. Yang ada Cuma kesenangan dan kenikmatan, semakin dipenuhi semakin haus, semakin menuntut, tak akan berakhir, tak akan puas, kalaupun terjadi kepuasan itu hanya ada pada detk-detik pertama saja selanjutnya akan muncul tuntutan yang jauh lebih besar lagi, bgitulah sifat nafsu manusia.

Keempat :
Terjadi pemborosan/mubazzir yang luar biasa, dengan segala atribut dan perlengkapan termasuk pembakaran kembang api besar-besaran. Allah SWT berfirman bahwa Mubazzir/Pemborosan itu adalah saudaranya syaithan. Dan syaithan itu selalu mengajak ke Neraka. (Q.S Al-Israa’ (17) ayat : 27). Pemborosan yang paling banyak kerugiannya berupa Sumber Daya Manusia, dengan menghambur-hamburkan waktu, rela menuggu sampai tengah malam hanya untuk pesta-pesta, menyanyi, jingkrak-jingkrak, jogged, meniup trompet, bakar kembang api dan sebagainya.

Sekian banyak orang terlibat dari rakyat jelata sampai para pemimpinnya, menampilkan gaya hidup jetset, gelamor, hedonis, seolah-olah Negara kita sudah makmur dan maju. Padahal fakta berbicara sebaliknya, bahwa Negara dalam keadaan kere, pengangguran semakin banyak, pengamen dan pengemis bertambah sesak, yang tidur di tenda pengungsian belum dapat rumah, gembel, gelandangan ada dimana-mana, belum lagi yang makan nasi aking, gaplek semakin biasa. Sementara hutang Negara semaking bertumpuk, rakyat banyak yang pada ngamuk, kerusuhan terjadi dimana-mana, bencana alam datang silih berganti, dan seterusnya.

Belum lagi pemborosan material, berupa penghamburan uang untuk membeli atribut, perlengkapan, serta sarana hiburan yang digelar dimalam harinya, tak terhingga jumlahnya, catatan impor bahan-bahan untuk kembang api saja  menunjukan angka yang sangat fantastis, sekaligus ironis. Satu sisi Negara kita sedang dalam keadaan terpuruk, miskin, kere, sisi lain gaya hdup masyarakatnya tidak menunjukan hal demikian.

Terjadi kesenjangan yang semakin melebar. Ada yang dengan mudahnya mengluarkan uang sekian besar hanya untuk hura-hura, ada kehidupannya semakin tercekik, terhimpit dan semakin sempit tinggal menunggu ajal dari langit. Hati semakin keras, hilang rasa sensitive, bantuan-bantuan bencana hanya menjadi lift servis atau komoditas politik untuk menarik simpatik, tetapi tidak pernah tuntas penyelesaiannya. Bahkan tega-teganya masih ada yang berani menilep dana bantuan.

Kelima :
Sudah menjadi “Pengetahuan Umum” bahwa malam tahun baru dan valentine day adalah malam yang paling laris penjualan peralatan Sex. Memang tidak semuanya orang melakukan kebebasan seks malam tahun baru, tetapi kalau tidak kita antisipasi dari sekarang, kejadiannya akan bisa sama dengan corat-coret baju ketika lulus ujian, awalnya memang dianggap aneh, tetapi lama-lama kelamaan sekarang menjadi lumrah, bahkan seolah menjadi ceremony wajib bagi yang lulus ujian.

Begitulah kehebatan syaithan menggiring manusia dalam menciptakan budaya maksiat. Di salah satu sudut kota Sidney setiap tahunnya ada festival homo sedunia, orang homo bisa melakukan apa saja, dimana saja di sekitar sudut kota tersebut. Jadi perbuatan segila apapun, sejijik bagaimanapun kalau terus-menerus diiklankan dengan gebyarnya, maka nanti akan menjadi biasa dan lumrah.

Syaithan punya strategi secara bertahap, kalau sekarang belum semua melakukan, paling tidak opini umum terbentuk lebih dahulu, bahwa dibalik acara tahun baru ada acara kebebasan yang sangat menyenangkan dan penuh kenikmatan biologis. Lama-lama kelaman akan bisa sama seperti di Negara-negara lainnya, kebebasan tanpa batas. Nauzubillah min zaalik

Mudah-mudahan kita masih punya akal sehat, jiwa  bersih, fikiran  kritis, sehingga kita mampu menangkap fenomena dan fakta apa yang sedang terjadi sesungguhnya. Mudah mudahan pula kita masih punya kekuatan untuk bisa berkorban apa saja dari segala yang kita miliki, demi keutuhan rumah tangga dan keselamatan anak-anak kita. Amiiien…

Seni Mendengar By : Anne Ahira

Seni Mendengar By : Anne Ahira

disalin oleh Abdullah Muadz pada 25 November 2011 pukul 8:49 ·
Seni Mendengar

Ditulis oleh: Anne Ahira

Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.

Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.

Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.

Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan  dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :

1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
    Ini menunjukkan kepada lawan bicara
    tentang keterbukaan dan kesungguhan
    kita

2. Condongkan tubuh ke depan.
    Ini menunjukkan ketertarikan kita
    pada topik pembicaraan. Cara ini
    juga akan mengingatkan kita untuk
    memiliki sudat pandang yang lain,
    yaitu tidak hanya fokus pada diri
    kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
    butuh klarifikasi atau ada informasi
    baru yang perlu kita selidiki dari
    lawan bicara kita.

4. Buat selingan pembicaraan yang
    menarik. Hal ini bisa membuat
    percakapan lebih hidup dan tidak
    monoton.


5. Cuplik atau ulang beberapa kata
    yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
    Ini menunjukkan bahwa kita memang
    mendengarkan dengan baik hingga hapal
    beberapa cuplikan kata.


6. Buatlah komitmen untuk memahami
    apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
    suka atau marah. Dari sini kita akan
    mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
    lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
    dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi

kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif, dan merupakan salah satu tangga  untuk mencapai kesuksesan! :-)

Selasa, 18 Desember 2012

Desa Masa Depan Indonesia

Desa Masa Depan Indonesia

Jakarta - Menurut data resmi dari kator Menko Kesra (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat) jumlah penduduk miskin pada Juli 2008 mencapai 34,96 juta orang. Data ini agak berbeda dengan perhitungan Bank Dunia.

Dalam tinjauan terkini atas pembangunan di Asia Timur dan Pasifik pada tahun yang sama Bank Dunia memprediksi jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah sebesar 105,3 juta atau 45,2 persen. Pada tahun 2008 Bank Dunia menetapkan kemiskinan adalah apabila pengeluaran di bawah $1,25 sehari.

Dari jumlah penduduk miskin di Indonesia sebagian besar (63,47%) berada di pedesaan. Fenomena dominasi kemiskinan di desa bukan hanya monopoli Indonesia. Penelitian IFAD Rural Poverty Report (2001) menyebutkan 75% penduduk miskin di dunia tinggal di desa. Bahkan, sampai tahun 2025, dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi yang terjadi diperkirakan 60% penduduk miskin masih terkumpul di desa.

Tahun ini kemungkinan terjadi sedikit pergeseran di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kota semakin meningkat dan di desa menurun. Tentu bukan karena desa menjadi lebih sejahtera. Melainkan disebabkan oleh banyaknya eksodus warga desa ke kota untuk mencari pekerjaan. Sementara di kota PHK (pemutusan hubungan kerja) justru tengah menjadi ancaman sehingga kehadiran warga desa meningkatkan jumlah kemiskinan di perkotaan.

Desa ditinggalkan karena warganya ingin mencari makan. Sulitnya desa untuk dijadikan sumber kehidupan sering kali menjadi alasan dasar mereka memilih bergerak ke wilayah urban. Kalau dulu hanya mereka yang terdidik yang berani bersaing dalam kerasnya kehidupan perkotaan maka hari ini kita menyaksikan mereka yang kurang berpendidikan juga berani untuk mengadu nasib di perkotaan. Mengapa warga di desa justru sulit mencari makan?

Dalam bukunya "Economics of Agricultural Development", Norton dan Alwang menyebutkan bahwa kasus-kasus kelaparan di desa terjadi bukan karena dunia tidak mampu memproduksi makanan yang cukup. Secara agregat produksi pangan dunia sesungguhnya mengalami surplus. Jika total jumlah pangan yang diproduksi dibagi rata-rata jumlah penduduk dunia maka setiap orang akan mendapatkan lebih dari jumlah minimum makanan yang dibutuhkan untuk bisa survive.

Masalah utama yang terjadi sesungguhnya adalah ketidakadilan yang menyebabkan tidak terdistribusinya pembangunan secara merata. Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat tidak mampu mengakses kebutuhan hidupnya secara layak. Indonesia hari ini surplus pangan. Tapi, masih saja ada warganya yang tidak mampu mengakses pangan.
Hal itu tidak lain karena masih belum terwujudnya pemerataan pendapatan.

Desa menjadi bagian dunia yang tertinggal dan ditinggalkan tempat di mana masyarakat miskin berkumpul. Padahal di sanalah sesungguhnya sumber-sumber kehidupan ditemukan. Kita tidak menanam padi yang nasinya kita makan setiap hari di kota-kota besar.

Kita juga tidak memperoleh sayur, buah, dan segala bahan pangan yang kita butuhkan kecuali desa-desa dengan setia menyediakan. Kita tidak mengeksplorasi sumber-sumber energi di tengah wilayah perkotaan. Semua yang kita butuhkan untuk memenuhi syarat dasar kehidupan bersumber di wilayah pedesaan. Oleh karenanya sangat tidak wajar jika desa ditinggalkan dari agenda-agenda pembangunan.

Pemerintah perlu mencanangkan gerakan kembali ke desa. Sumber-sumber pertumbuhan ekonomi harus digerakkan ke pedesaan sehingga desa menjadi tempat yang menarik sebagai tempat tinggal dan mencari penghidupan. Infrastruktur desa, seperti irigasi, sarana dan prasarana transportasi, listrik, telepon, sarana pendidikan, kesehatan dan sarana-sarana lain yang dibutuhkan, harus bisa disediakan sehingga memungkinkan desa berkembang.

Pemerintah juga perlu menciptakan banyak desa-desa industri yang mandiri, sehingga masyarakatnya, terutama para pemudanya tidak perlu lari dari desa yang selama ini dihuni. Sangat disayangkan jika proses urbanisasi terus terjadi tanpa solusi ekonomi yang memadai. Karena yang terjadi sesungguhnya hanyalah memindahkan arus kemiskinan dari desa ke kota, dan ini hanya akan menambah panjang daftar masalah-masalah baru.

Pemerintah harus berani menjadikan desa sebagai masa depan Indonesia. Desa bukan hanya menjadi objek wisata. Melainkan juga ruang untuk berkerja. Desa bukan hanya wilayah untuk menikmati segala keindahan. Melainkan juga ruang untuk memperjuangkan kehidupan. Desa harus menjadi tempat di mana sumber daya manusia terbaik merasa nyaman untuk hidup dan berkarya di sana dan seluruh masyarakat bisa menikmati kesejahteraannya.  

Rabu, 12 Desember 2012

Biaya Plesir Anggota DPR ke Amerika Rp 2,9 Miliar

TEMPO.CO, Jakarta-- Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) memperkirakan studi banding 20 anggota Komisi Riset dan Teknologi Dewan Perwakilan Rakyat ke Amerika Serikat dan Brasil menghabiskan biaya Rp 2,89 miliar.

»Perhitungan biaya tersebut kami buat berdasarkan standar perjalanan dinas pejabat dengan pesawat eksekutif dan hotel bintang lima,” kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, Rabu 12 Desember 2012.

Dua tim dari Komisi Teknologi berkunjung ke Amerika Serikat dan Brasil untuk membahas rancangan undang-undang mengenai antariksa. Termasuk di dalam tim Brasil, Ketua Komisi Teknologi dari Fraksi Demokrat, Sutan Bathoegana.

Tim pertama, terdiri atas tujuh anggota Dewan bersama empat pegawai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), terbang ke Amerika Serikat 7 Desember lalu. Mereka antara lain akan mengunjungi lembaga antariksa NASA, perusahaan Boeing, dan Universitas George Washington. Tim ini dijadwalkan kembali ke Tanah Air hari ini.

Sedangkan tim kedua, terdiri atas 13 anggota Dewan ditambah empat pegawai LAPAN, berangkat ke Brasil pada 9 Desember dan kembali 18 Desember mendatang. Masing-masing tim didampingi oleh dua orang staf Komisi.

Uchok menjelaskan, kunjungan ke Brasil menghabiskan biaya Rp 1,91 miliar. Sedangkan perjalanan ke Amerika Serikat menelan biaya Rp 975,7 juta. "Fitra mengucapkan selamat berlibur dan bersenang-senang di atas penderitaan orang-orang miskin,” kata Uchok.

Anggota Komisi Teknologi dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Nur Yasin, mengatakan tak paham soal jumlah dana yang dihabiskan. Menurut dia, standar perjalanan yang digunakan sesuai dengan peraturan pemerintah tentang perjalanan dinas.

"Biaya tiket dan hotel saya tidak tahu, karena tidak mengurusnya. Saya hanya menerima uang harian selama di sana sekitar US$ 3.000 (Rp 28,5 juta)," kata Yasin yang ikut berkunjung ke Brasil.

Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Assegaf meminta Sekretariat DPR bertanggung jawab atas perjalanan anggota Dewan ke Amerika Serikat dan Brasil. "Jangan cuma DPR yang disudutkan, Sekretariat juga, karena mereka mencairkan dana sebelum izin (dari fraksi) turun," kata dia.

Ia menegaskan, pencairan dana seharusnya hanya bisa dilakukan setelah ketua fraksi meneken surat izin. Tapi, nyatanya, Nurhayati mengaku baru menerima surat permohonan izin tersebut Selasa lalu, ketika para anggota fraksi sudah telanjur berangkat. "Saya bakal minta penjelasan Sekretariat soal ini." Sampai kemarin malam, Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh belum bisa dihubungi. Telepon dan pesan pendek Tempo tak berbalas.

DPR Plesir ke Brasil

TEMPO.CO, Jakarta - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyesalkan sikap keras kepala anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terus berkukuh mengadakan studi banding ke luar negeri, di tengah derasnya kritik publik. Kali ini, Komisi VII DPR berencana melawat ke Brasil dan Amerika Serikat untuk mengamati kebijakan antariksa di sana.

"Kepada DPR, kami mengucapkan selamat berlibur dan bersenang-senang di atas penderitaan orang-orang miskin," kata Kordinator investigasi dan advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, Rabu, 12 Desember 2012

Fitra mencatat anggaran studi banding Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat ke Brasil dan Amerika Serikat bakal menghabiskan dana Rp 2,89 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Rp 1,91 miliar untuk kunjungan ke Brasil dan Rp 975,7 juta untuk kunjungan ke AS.

"Jadi 13 anggota DPR akan menghambur-hambur anggaran sebesar Rp 1,78 miliar selama tujuh hari di Brasil," kata Uchok. Kunjungan ini dinilai tak sesuai dengan rekomendasi pemerintah.

Menurut Uchok, alokasi anggaran ke Brazil banyak dihabiskan untuk ongkos pesawat. Tiket pesawat kelas eksekutif untuk 13 orang anggota Dewan ke Brasil misalnya, menghabiskan biaya Rp 1,4 miliar.